makalah ilmu gizi kesehatan
Makalah
MK ILMU GIZI
Di
susun untuk memenuhi tugas mata kuliah MK ILMU GIZI
Oleh
:
TESA
ALEX SUHENDRA
Stambuk
: A 421 11 026
PROGRAM
STUDI PENDIDIKAN JASMANI KESEHATAN DAN REKREASI
JURUSAN
ILMU PENDIDIKAN
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
TADULAKO
2012
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah dan puji syukur
kehadirat Allah SWT kami ucapkan atas selesainya Makalah “ Diet Penyakit
Stroke” tanpa rida dan kasih sayang serta petunjuk dari-Nya mustahilMakalah ini
dapat dirampungkan.Makalah ini disusun sebagai penunjang bagi kita untuk lebih
mengetahui bagaimanapemecahan masalah melalui contoh kasus kami. Besar harapan
kami, Makalah ini dapatdigunakan sebaik-baiknya, Makalah ini juga akan
mempermudah kita mengetahui segala sesuatu.
Akhirnya, sesuai kata pepatah
“Tiada Gading Yang Tak Retak” kami mengaharapkan
saran dan kritik, khususnya dari
dosen serta rekan mahasiswa. Karena kebenaran dankesempurnaan hanya milik Allah
SWT. Kami juga mengucapkan terma kasih kepada teman-teman dan dosen yang telah
bersedia untuk memanfaatkan Makalah ini.Limbung,
DAFTAR ISI
Kata
pengantar...................................................................................................................
Daftar isi..............................................................................................................................
Bab I
pendahuluan.............................................................................................................
A. Latar
belakang........................................................................................................
B. Tujuan.....................................................................................................................
C. Rumusan masalah...................................................................................................
Bab II
pembahahsan..........................................................................................................
A. Klasifikasi vitamin..................................................................................................
B. Klasifikasi
mineral..................................................................................................
C. Fungsi
vitamin.........................................................................................................
D. Fungsi
mineral.........................................................................................................
Bab III penutup.................................................................................................................
A. Kesimpulan............................................................................................................
B. Saran......................................................................................................................
C. Daftar
pustaka.......................................................................................................
BAB
I
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Masalah gizi merupakan masalah kompleks dimana maslah ini dapat mengakibatkan banyak maslah lain. Yang pada akhirnya dapat menimbulkan kondisi sakit. Untuk itu dalam proses kehidupan gizi sangatlah penting.
Anemia, disini merupakan sakit dimana tubuh mengalami defisiensi besi yang diakibatkan oleh pendarahan. Namun penyebab dari anemia itu sendiri tidak hanya disebabkan oleh pendarahan. Banyak faktor lain yang mempengaruhi. Disini apabila kita kaji dari teori Bloom dimana didapat 3 komponen utama yang dapat menjadi faktor penyebab dari suatu penyakit yaitu agens (sumber penyakit), host (pejamu), dan environment (lingkungan) ketiga unsur tersebut harus seimbang.
Anemia gizi defisiensi besi dapat diketahui melalui kadar Hb. Hb normal dari pria dewasa 13 g / 100 ml dan pada wanita 12 g / 100 ml. Namun penderita pada umumnya adalah wanita, akibat menstruasi, kehamilan serta menyusui. Selain itu juga terjadi pada bayi dan anak dimana kebutuhan gizi awan besi tinggi seiring pertumbuhan tubuh yang cepat.
2. Tujuan
Adapun tujuan dari penyusunan makalah ini yaitu untuk memenuhi tugas mata kuliah ilmu gizi. Disamping itu juga untuk menambah wawasan kita tenyang gizi khususnya mengenai apa yang di tugaskn. Sehingga kita lebih mengerti bagaimana vitamin dan mineral Selain itu kita juga dapat mengetahui arti penting pemenuhan kebutuhan gizi bagi tubuh kita.
3. Rumusan Masalah
Makalah ini tersusun atas rumusan masalah, dibawah ini :
1. Jelaskan klasifikasi vitamin ?
2. Jelaskan klasifikasi mineral ?
3. Jelaskan fungsi vitamin ?
4. Jelaskan fungsi mineral ?
1. Latar Belakang
Masalah gizi merupakan masalah kompleks dimana maslah ini dapat mengakibatkan banyak maslah lain. Yang pada akhirnya dapat menimbulkan kondisi sakit. Untuk itu dalam proses kehidupan gizi sangatlah penting.
Anemia, disini merupakan sakit dimana tubuh mengalami defisiensi besi yang diakibatkan oleh pendarahan. Namun penyebab dari anemia itu sendiri tidak hanya disebabkan oleh pendarahan. Banyak faktor lain yang mempengaruhi. Disini apabila kita kaji dari teori Bloom dimana didapat 3 komponen utama yang dapat menjadi faktor penyebab dari suatu penyakit yaitu agens (sumber penyakit), host (pejamu), dan environment (lingkungan) ketiga unsur tersebut harus seimbang.
Anemia gizi defisiensi besi dapat diketahui melalui kadar Hb. Hb normal dari pria dewasa 13 g / 100 ml dan pada wanita 12 g / 100 ml. Namun penderita pada umumnya adalah wanita, akibat menstruasi, kehamilan serta menyusui. Selain itu juga terjadi pada bayi dan anak dimana kebutuhan gizi awan besi tinggi seiring pertumbuhan tubuh yang cepat.
2. Tujuan
Adapun tujuan dari penyusunan makalah ini yaitu untuk memenuhi tugas mata kuliah ilmu gizi. Disamping itu juga untuk menambah wawasan kita tenyang gizi khususnya mengenai apa yang di tugaskn. Sehingga kita lebih mengerti bagaimana vitamin dan mineral Selain itu kita juga dapat mengetahui arti penting pemenuhan kebutuhan gizi bagi tubuh kita.
3. Rumusan Masalah
Makalah ini tersusun atas rumusan masalah, dibawah ini :
1. Jelaskan klasifikasi vitamin ?
2. Jelaskan klasifikasi mineral ?
3. Jelaskan fungsi vitamin ?
4. Jelaskan fungsi mineral ?
BAB II
PEMBAHASAN
PEMBAHASAN
A.
Klasifikasi vitamin
1.
Vitamin yang larut lemak atau
minyak,
jika berlebihan tidak dikeluarkan oleh, tubuh,
melainkan akan disimpan. Sebaliknya, vitamin yang larut dalam air, yaitu
vitamin B kompleks dan C, tidak disimpan, melainkan akan dikeluarkan oleh
sistem pembuangan tubuh. Akibatnya, selalu dibutuhkan asupan vitamin tersebut
setiap hari. Vitamin yang alami bisa didapat dari sayur, buah dan produk
hewani. Seringkali vitamin yang terkandung dalam makanan atau minuman tidak
berada dalam keadaan bebas, melainkan terikat, baik secara fisik maupun kimia.
Proses pencernaan makanan, baik di dalam lambung maupun usus halus akan
membantu melepaskan vitamin dari makanan agar bisa diserap oleh usus. Vitamin
larut lemak diserap di dalam usus bersama dengan lemak atau minyak yang
dikonsumsi.
Vitamin diserap oleh usus dengan proses dan mekanisme yang berbeda. Terdapat
perbedaan prinsip proses penyerapan antara vitamin larut lemak dengan vitamin
larut air. Vitamin larut lemak akan diserap secara difusi pasif dan kemudian di
dalam dinding usus digabungkan dengan kilomikron (lipoprotein) yang kemudian
diserap sistem limfatik, baru kemudian bergabung dengan saluran darah untuk
ditransportasikan ke hati. Sedangkan vitamin larut air langsung diserap melalui
saluran darah dan ditransportasikan ke hati.
Tabel 1. Proses dan Mekanisme
Penyerapan Vitamin dalam Usus Halus.
Jenis Vitamin
|
Mekanisme Penyerapan
|
Vitamin A, D, E, K dan
beta-karoten
|
Dari micelle, secara difusi
pasif, digabungkan dengan kilomikron, diserap melalui saluran limfatik.
|
Vitamin C
|
Difusi pasif (lambat) atau
menggunakan Na+ (cepat)
|
Vitamin B1 (Tiamin)
|
Difusi pasif (apabila jumlahnya
dalam lumen usus sedikit), dengan bantuan Na+ (bila jumlahnya
dalam lumen usus banyak).
|
Vitamin B2
(Riboflavin)
|
Difusi pasif
|
Niasin
|
Difusi pasif (menggunakan Na+)
|
Vitamin B6
(Piridoksin)
|
Difusi pasif
|
Folasin (Asam Folat)
|
Menggunakan Na+
|
Vitamin B12
|
Menggunakan bantuan faktor
intrinsik (IF) dari lambung.
|
2.Vitamin yang larut dalam air
Group ini terdiri dari
vitamin B dan vitamin C. Kedua vitamin ini diberi nama berdasarkan label dari
tabung-tabung percobaan pada saat vitamin tersebut ditemukan. Selanjutnya
diketahui bahwa tabung percobaan dengan vitamin B ternyata mengandung lebih
dari satu vitamin, yang kemudian diberi nama B1, B2 dst. Kedelapan vitamin B
berperan penting dalam membantu enzim untuk metabolisme karbohidrat, lemak dan
protein, dan dalam pembuatan DNA dan sel-sel baru.
Nama standar
|
Nama lain
yang umum digunakan
|
Vitamin B1
|
|
Vitamin B2
|
|
Asam
nikotinat, nicotinamida, niasinamida, vitamin B3
|
|
Piridoksin,
piridoksal, piridoksamin
|
|
Folasin, asam
folat, asam pteroilglutamat, vitamin B9
|
|
Kobalamin
|
|
Vitamin B5
|
|
biotin
|
Vitamin B8
|
RDA untuk thiamin adalah 0,5
mg/1000 kkal perhari. Diperkirakan konsumsi rata-rata makanan per hari sekitar
2000 kkal/orang, jadi RDA untuk thiamin sekitar 1 mg perhari. Makanan yang
seimbang akan memberikan cukup thiamin. Orang yang berpuasa atau melakukan diet
harus memastikan bahwa mereka mendapat sejumlah thiamin yang sama seperti dalam
2000 kkalori makanan.
B.
Klasifikasi mineral
1.
NATIVE
ELEMENTS = UNSUR-UNSUR MURNI
Adalah unsur-unsur bebas, bukan
merupakan unsur-unsur gabungan.
1. Logam/Metal, mineral-mineral yang tergolong
dalam kelompok ini adalah :Cooper (Cu),Gold (Au),Silver (Ag),Platinum
(Pt),Nicel-Iron (Ni-Fe),Mercury (Mg).Unsur-unsur bersifat sangat padat, lunak,
dapat ditempa. Perawakannya (yang umum ditemui) berbentuk masif-dendritik;
bidang belahan yang jelas jarang ditemui; merupakan penghantar listrik yang
baik.
2. Semi Logam, mineral-mineral yang tergolong dalam
kelompok ini adalah :Arsenic (As), Antimony (Sb), Bismuth (Bi).Merupakan
penghantar listrik yang kurang baik; biasanya terdapat pada massa nodular.
3. Non Logam, mineral-mineral yang tergolong dalam
kelompok ini adalah :Sulfur (S), dan Carbon (C), Diamond (C), Graphite (C)Tidak
dapat menghantarkan arus listrik; berwarna transparant (jernih dan jelas)
hingga transculent (tembuscahaya) dan cenderung mempunyai nidang belahan
kristal yang jelas.
II. SULFIDES DAN SULFOSALTS
Sulfides adalah persenyawaan
kimiawi dimana unsur Sulfur (S) bergabung/bersenyawa dengan
unsur-unsur logam dan semi logam.Sulfides dibagi menjadi 2 kelompok
1. Tellurides
jika Tellurium menggantikan unsur Sulfur
(S)Contohnya Sylvanite (AuAgTe)
2. Arsenides
jika Arsenic menggantikan unsur
Sulfur (S)Contohnya Nickeline (NiAs), Smaltite [(Co,Ni)Ass], Chloanthite [(Ni,Co)As2]Sifat-sifat
dari sulfides, Tellurides dan Arsenides tidak tetap/dapat berubah-ubah,
mempunyai kilap Logam,lunak dan padat [seperti Galena (PbS), Molybdenite
(MoS2)] dan beberapa Sulfides bersifat non-logam [sepertiRealgar (AsS), Orpiment (As2S2)] dan sebagian lagi secara relatif
bersifat keras [seperti Marcasite(FeS2), Cobaltite
(CoAsS)].Golongan sulfides merupakan bijih-bijih yang sangat penting
dari Lead, Zinc, Iron dan Copper; sulfidesterbentuk dalam lapisan-lapisan
hydrothermal di bawah permukaan air/di dalam tanah sehingga dengan
mudahmineral-mineral dapat dioksidasi oleh sulfates.
Sulfosalts adalah
persenyawaan kimia dimana unsur-unsur logam bersenyawa dengan unsur-unsur
sulfur dansemi logam (seperti Antimony dan Arsenic). Sifat dari sulfosalts
mirip dengan sulfides.Mineral-mineral yang termasuk golongan Sulfosalts, antara
lain Enargite (Cu3AsS4), Pyrargyrite (Ag3SbS3),Proustite (Ag3AsS3), Polybasite (AgICr)
16Sb2S11, Bournonite (PbCuSbS3),
dll.
III.
HALIDES
Adalah persenyawaan kimiawi dimana
unsur-unsur logam bersenyawa dengan unsur-unsur Halogen (Chlorine,Bromine,
Flourine dan Iodine)Umumnya ditemui dalam sejumlah Lingkungan Geologi. Beberapa
diantaranya ditemui dalam sequen evaporite,seperti Halite (NaCl), hal ini
merupakan alterasi dari Lapisan-lapisan batuan sedimen yang mengandungevaporite
seperti Gypsum, Halite dan Batuan Potash (batuan berkalium-Karbonat) dalam
sebuah sequen yangsempurna antara lapisan dengan batuan-batuan seperti Marl dan
Limestone.
C.
Fungsi vitamin
a.
Vitamin A
Fungsi: Bekerja sama dengan gen untuk pertumbuhan tubuh, penting untuk kesehatan mata, kulit, dan rambut, dan membantu tubuh melawan infeksi.
Gejala kekurangan: Penglihatan berkurang, kulit kering.
Dosis harian: 750 mcg
Risiko berlebih: Kerusakan hati, tulang, dan gangguan penglihatan. Tanda kelebihan vitamin A adalah telapak tangan dan kelopak mata berwarna kuning.
Sumber makanan: Hati, wortel, produk susu, ubi merah, labu, mangga, bayam, keju cheddar, cabai.
Fungsi: Bekerja sama dengan gen untuk pertumbuhan tubuh, penting untuk kesehatan mata, kulit, dan rambut, dan membantu tubuh melawan infeksi.
Gejala kekurangan: Penglihatan berkurang, kulit kering.
Dosis harian: 750 mcg
Risiko berlebih: Kerusakan hati, tulang, dan gangguan penglihatan. Tanda kelebihan vitamin A adalah telapak tangan dan kelopak mata berwarna kuning.
Sumber makanan: Hati, wortel, produk susu, ubi merah, labu, mangga, bayam, keju cheddar, cabai.
b.
Vitamin D
Fungsi: Membantu menyerap kalsium dan fosfor untuk kesehatan tulang dan gigi.
Gejala kekurangan: Otot dan tulang lemah, serta terjadi osteomalacia.
Dosis harian: Tak perlu vitamin khusus asalkan mendapat cukup banyak paparan sinar matahari.
Sumber makanan: Ikan tuna, udang, mentega, biji bunga matahari, minyak ikan.
Fungsi: Membantu menyerap kalsium dan fosfor untuk kesehatan tulang dan gigi.
Gejala kekurangan: Otot dan tulang lemah, serta terjadi osteomalacia.
Dosis harian: Tak perlu vitamin khusus asalkan mendapat cukup banyak paparan sinar matahari.
Sumber makanan: Ikan tuna, udang, mentega, biji bunga matahari, minyak ikan.
c.
Vitamin E
Fungsi: Sebagai antioksidan alami, membantu penyembuhan, mencegah terjadinya bekas luka, menjaga kesehatan sel darah merah dan saraf, melindungi membran sel.
Gejala kekurangan: Jarang terjadi. Umumnya adalah penyembuhan luka yang lambat.
Dosis harian: 7 mg
Risiko berlebih: Meningkatkan asam lambung, sakit kepala, cepat lelah, dan lemah otot.
Sumber makanan: Kacang tanah, minyak zaitun, kacang almond, selai kacang, minyak biji matahari.
Fungsi: Sebagai antioksidan alami, membantu penyembuhan, mencegah terjadinya bekas luka, menjaga kesehatan sel darah merah dan saraf, melindungi membran sel.
Gejala kekurangan: Jarang terjadi. Umumnya adalah penyembuhan luka yang lambat.
Dosis harian: 7 mg
Risiko berlebih: Meningkatkan asam lambung, sakit kepala, cepat lelah, dan lemah otot.
Sumber makanan: Kacang tanah, minyak zaitun, kacang almond, selai kacang, minyak biji matahari.
d.
Vitamin K
Fungsi: Membantu proses pembekuan darah untuk menghentikan pendarahan.
Gejala kekurangan: Pembekuan darah tidak normal. Kekurangan vitamin ini jarang terjadi pada orang dewasa, tapi sering pada bayi yang baru lahir.
Dosis harian: 2 mcg per 1 kg berat badan
Sumber makanan: Sayuran hijau, kedelai, kol, brokoli, susu, hati, asparagus.
Fungsi: Membantu proses pembekuan darah untuk menghentikan pendarahan.
Gejala kekurangan: Pembekuan darah tidak normal. Kekurangan vitamin ini jarang terjadi pada orang dewasa, tapi sering pada bayi yang baru lahir.
Dosis harian: 2 mcg per 1 kg berat badan
Sumber makanan: Sayuran hijau, kedelai, kol, brokoli, susu, hati, asparagus.
e.
Vitamin C
Fungsi: Memproduksi kolagen, menjaga kesehatan tulang, kulit, gigi, dan nadi, membantu penyerapan zat besi.
Gejala kekurangan: Kehilangan gairah makan, kram otot, kulit kering, rambut bercabang, gusi berdarah, anemia, infeksi, penyembuhan lambat.
Fungsi: Memproduksi kolagen, menjaga kesehatan tulang, kulit, gigi, dan nadi, membantu penyerapan zat besi.
Gejala kekurangan: Kehilangan gairah makan, kram otot, kulit kering, rambut bercabang, gusi berdarah, anemia, infeksi, penyembuhan lambat.
f.
Dosis harian: 30 mg
Risiko berlebih: Diare, meningkatnya asam lambung. Bila kelebihan terjadi dalam waktu cukup panjang, bisa menimbulkan nyeri saat buang air kecil karena vitamin C keluar dalam bentuk kristal.
Sumber makanan: Jambu biji, cabai merah, brokoli, selada air, sayuran hijau, jeruk, kiwi.
*) Kelebihan vitamin yang sering ditemukan adalah vitamin A, D, E, dan K. Bila vitamin ini berlebih, bisa mengganggu fungsi hati. Sebab, vitamin-vitamin tersebut larut dalam lemak yang diproses di hati. Salah satu tugas hati adalah menyaring zat racun yang masuk melalui makanan.
Vitamin dan mineral pun akan disimpan di hati. Jika vitamin larut lemak itu berlebih, vitamin itu akan bertumpujk dan mengganggu fungsi hati karena bekerja terlalu berat. Sedangkan, kelebihan vitamin yang larut dalam air dapat dibuang melalui air seni.
Risiko berlebih: Diare, meningkatnya asam lambung. Bila kelebihan terjadi dalam waktu cukup panjang, bisa menimbulkan nyeri saat buang air kecil karena vitamin C keluar dalam bentuk kristal.
Sumber makanan: Jambu biji, cabai merah, brokoli, selada air, sayuran hijau, jeruk, kiwi.
*) Kelebihan vitamin yang sering ditemukan adalah vitamin A, D, E, dan K. Bila vitamin ini berlebih, bisa mengganggu fungsi hati. Sebab, vitamin-vitamin tersebut larut dalam lemak yang diproses di hati. Salah satu tugas hati adalah menyaring zat racun yang masuk melalui makanan.
Vitamin dan mineral pun akan disimpan di hati. Jika vitamin larut lemak itu berlebih, vitamin itu akan bertumpujk dan mengganggu fungsi hati karena bekerja terlalu berat. Sedangkan, kelebihan vitamin yang larut dalam air dapat dibuang melalui air seni.
D.
Fungsi mineral
Manfaat mineral untuk tubuh sangat
banyak. Berbagai jenis mineral yang ada memiliki fungsi masing-masing yang
sangat penting untuk tubuh kita. Sebagian besar mineral membantu untuk menjaga
metabolisme dan keseimbangan air dalam tubuh, serta menjaga kesehatan tulang.
Beberapa manfaat
mineral diantaranya adalah :
- Boron : Bermanfaat untuk kesehatan tulang, menjaga fungsi otak, anti penuaan, menjaga kesehatan seksual, mencegah kanker, mengobati penyakit alzheimer, dan nyeri otot.
- Kalsium : Menjaga kesehatan tulang, mencegah artritis, menjaga kesehatan gigi, berperan dalam penurunan berat badan, mencegah kanker usus besar, penyakit jantung, dan tekanan darah tinggi.
- Tembaga : Bermanfaat untuk fungsi otak, perawatan kulit, radang sendi, infeksi tenggorokan, kekurangan hemoglobin, kekebalan, dan penyakit jantung.
- Yodium : Bermanfaat untuk perawatan rambut, menjaga metabolisme tubuh, kehamilan, hingga kanker.
- Besi : Membantu pembentukan hemoglobin, menjaga metabolisme tubuh, membantu mengatasi anemia, dan menjaga fungsi otak.
- Magnesium : Bermanfaat untuk mencegah tekanan darah tinggi, serangan jantung, kram, diabetes, asma, menjaga kesehatan tulang, dan baik untuk masa kehamilan.
- Mangan : Menjaga metabolisme tubuh, mencegah osteoporosis, kelelahan, peradangan, epilepsi, menjaga fungsi otal dan alat reproduksi.
- Fosfor : Menjaga kesehatan tulang, fungsi otak, perawatan gigi, metabolisme tubuh dan fungsi seksual.
- Kalium : Mengatur tekanan darah, mencegah penyakit jantung, gangguan otot, kram, gangguan ginjal, radang sendi, dan menjaga ketersediaan air dalam tubuh.
- Natrium : Menjaga keseimbangan air dalam tubuh, menjaga tubuh dari sengatan sinar matahari, menjaga fungsi otak, anti penuaan, dan mencegah kram otot.
- Zinc : Untuk perawatan kulit, eksim, jerawat, penyembuhan luka, gangguan postrate, membantu dalam penurunan berat badan, reproduksi, perawatan mata dan rambut.
Berbagai manfaat mineral tersebut
tentunya bisa Anda dapatkan dari makanan sehari-hari yang Anda makan, seperti
sayuran dan buah-buahan.
Mineral
snagat dibutuhkan tubuh untuk mengaktifkan ratusan reaksi enzim dalam tubuh.
Oleh karena itu, mineral sama pentingnya juga dengan vitamin.Berikut adalah
manfaat beberapa mineral bagi kesehatan tubuh kita ;
Kalsium Bermanfaat untuk membangun tulang dan gigi, bertanggung jawab pada kontraksi otot, impul saraf, kerja jantung, dan pembekuan darah yang benar.
Magnesium Mendukung struktur tulang, hati, menjaga keseimbangan alkalin tubuh.
Sodium Menjaga keseimbangan elektrolit, volume cairan tubuh, dan impul saraf.
Potasium Memaksimalkan membran sel, penting untuk ritme jantung.
Zinc Sintesis protein, transportasi karbondioksida, memengaruhi fungsi seksual, metabolisme karbohidrat, menyembuhkan luka.
Besi Penting untuk formasi hemoglobin, transportasi oksigen.
Kalsium Bermanfaat untuk membangun tulang dan gigi, bertanggung jawab pada kontraksi otot, impul saraf, kerja jantung, dan pembekuan darah yang benar.
Magnesium Mendukung struktur tulang, hati, menjaga keseimbangan alkalin tubuh.
Sodium Menjaga keseimbangan elektrolit, volume cairan tubuh, dan impul saraf.
Potasium Memaksimalkan membran sel, penting untuk ritme jantung.
Zinc Sintesis protein, transportasi karbondioksida, memengaruhi fungsi seksual, metabolisme karbohidrat, menyembuhkan luka.
Besi Penting untuk formasi hemoglobin, transportasi oksigen.
BAB III
PENUTUP
Dengan
memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa,yang telah melimpahkan
rahmat-Nya karena atas perkenaan-Nya,maka makalah tentang ivvitamin dan mineral
ini dapat diselesaikan dengan baik.
Semoga makalah yang telah di tulis ini dapat bermanfaat bagi semua pada umumnya dan bagi mahasiswa pjkr pada khususnya.
Apabila ada kesalahan dalam penyusunan makalah ini,penyusun mohon maaf yang sebesar-besarnya,dan segala saran dan kritikan yang membangun sangat penyusun harapkan dari pembaca demi pengembangan keterampilan menulis selanjutnya.Kiranya penyelesaian makalah ini dapat bermanfaat bagi semuanya
Semoga makalah yang telah di tulis ini dapat bermanfaat bagi semua pada umumnya dan bagi mahasiswa pjkr pada khususnya.
Apabila ada kesalahan dalam penyusunan makalah ini,penyusun mohon maaf yang sebesar-besarnya,dan segala saran dan kritikan yang membangun sangat penyusun harapkan dari pembaca demi pengembangan keterampilan menulis selanjutnya.Kiranya penyelesaian makalah ini dapat bermanfaat bagi semuanya
A.
Kesimulan
Vitamin dan mineral sangat di butuhkan oleh tubuh sehingga asupannya setiap
hari harus di penuhi agar metabolisme dalam tubuh selalu terjaga dengan baik, vitamin dan mineral mempunyai peran sangat penting dalam kelangsungan hidup
Kekurangan atau kelebihan vitamin dan mineral dapat menyebabkan penyakit.
Daftar pustaka
.jpg)
Mantap....
ReplyDeleteKunjungi juga web saya www.aptacetta.wordpress.com