makalah ilmu gizi kesehatan



Makalah

MK ILMU GIZI




Di susun untuk memenuhi tugas mata kuliah MK ILMU GIZI

Oleh :

TESA ALEX SUHENDRA
Stambuk : A 421 11 026




PROGRAM STUDI PENDIDIKAN JASMANI KESEHATAN DAN REKREASI
JURUSAN ILMU PENDIDIKAN
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TADULAKO
2012


KATA PENGANTAR


          Alhamdulillah dan puji syukur kehadirat Allah SWT kami ucapkan atas selesainya Makalah “ Diet Penyakit Stroke” tanpa rida dan kasih sayang serta petunjuk dari-Nya mustahilMakalah ini dapat dirampungkan.Makalah ini disusun sebagai penunjang bagi kita untuk lebih mengetahui bagaimanapemecahan masalah melalui contoh kasus kami. Besar harapan kami, Makalah ini dapatdigunakan sebaik-baiknya, Makalah ini juga akan mempermudah kita mengetahui segala sesuatu.
            Akhirnya, sesuai kata pepatah “Tiada Gading Yang Tak Retak” kami mengaharapkan
saran dan kritik, khususnya dari dosen serta rekan mahasiswa. Karena kebenaran dankesempurnaan hanya milik Allah SWT. Kami juga mengucapkan terma kasih kepada teman-teman dan dosen yang telah bersedia untuk memanfaatkan Makalah ini.Limbung,
















DAFTAR ISI



Kata pengantar...................................................................................................................
Daftar isi..............................................................................................................................
Bab I pendahuluan.............................................................................................................
A.    Latar belakang........................................................................................................
B.     Tujuan.....................................................................................................................
C.    Rumusan masalah...................................................................................................
Bab II pembahahsan..........................................................................................................
A.    Klasifikasi vitamin..................................................................................................
B.     Klasifikasi mineral..................................................................................................
C.    Fungsi vitamin.........................................................................................................
D.    Fungsi mineral.........................................................................................................

Bab III penutup.................................................................................................................
A.    Kesimpulan............................................................................................................
B.     Saran......................................................................................................................
C.    Daftar pustaka.......................................................................................................













                                                                   BAB I
                                                         PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
                Masalah gizi merupakan masalah kompleks dimana maslah ini dapat mengakibatkan banyak maslah lain. Yang pada akhirnya dapat menimbulkan kondisi sakit. Untuk itu dalam proses kehidupan gizi sangatlah penting.
Anemia, disini merupakan sakit dimana tubuh mengalami defisiensi besi yang diakibatkan oleh pendarahan. Namun penyebab dari anemia itu sendiri tidak hanya disebabkan oleh pendarahan. Banyak faktor lain yang mempengaruhi. Disini apabila kita kaji dari teori Bloom dimana didapat 3 komponen utama yang dapat menjadi faktor penyebab dari suatu penyakit yaitu agens (sumber penyakit), host (pejamu), dan environment (lingkungan) ketiga unsur tersebut harus seimbang.
               Anemia gizi defisiensi besi dapat diketahui melalui kadar Hb. Hb normal dari pria dewasa 13 g / 100 ml dan pada wanita 12 g / 100 ml. Namun penderita pada umumnya adalah wanita, akibat menstruasi, kehamilan serta menyusui. Selain itu juga terjadi pada bayi dan anak dimana kebutuhan gizi awan besi tinggi seiring pertumbuhan tubuh yang cepat.
2. Tujuan
               Adapun tujuan dari penyusunan makalah ini yaitu untuk memenuhi tugas mata kuliah ilmu gizi. Disamping itu juga untuk menambah wawasan kita tenyang gizi khususnya mengenai apa yang di tugaskn. Sehingga kita lebih mengerti bagaimana vitamin dan mineral Selain itu kita juga dapat mengetahui arti penting pemenuhan kebutuhan gizi bagi tubuh kita.
3. Rumusan Masalah

                Makalah ini tersusun atas rumusan masalah, dibawah ini :
1.
Jelaskan klasifikasi vitamin ?
2.
Jelaskan klasifikasi mineral ?
3.
Jelaskan fungsi vitamin ?
4.
Jelaskan fungsi mineral ?


BAB II
PEMBAHASAN
A.    Klasifikasi vitamin
1.      Vitamin yang larut lemak atau minyak,
               jika berlebihan tidak dikeluarkan oleh, tubuh, melainkan akan disimpan. Sebaliknya, vitamin yang larut dalam air, yaitu vitamin B kompleks dan C, tidak disimpan, melainkan akan dikeluarkan oleh sistem pembuangan tubuh. Akibatnya, selalu dibutuhkan asupan vitamin tersebut setiap hari. Vitamin yang alami bisa didapat dari sayur, buah dan produk hewani. Seringkali vitamin yang terkandung dalam makanan atau minuman tidak berada dalam keadaan bebas, melainkan terikat, baik secara fisik maupun kimia. Proses pencernaan makanan, baik di dalam lambung maupun usus halus akan membantu melepaskan vitamin dari makanan agar bisa diserap oleh usus. Vitamin larut lemak diserap di dalam usus bersama dengan lemak atau minyak yang dikonsumsi.
            Vitamin diserap oleh usus dengan proses dan mekanisme yang berbeda. Terdapat perbedaan prinsip proses penyerapan antara vitamin larut lemak dengan vitamin larut air. Vitamin larut lemak akan diserap secara difusi pasif dan kemudian di dalam dinding usus digabungkan dengan kilomikron (lipoprotein) yang kemudian diserap sistem limfatik, baru kemudian bergabung dengan saluran darah untuk ditransportasikan ke hati. Sedangkan vitamin larut air langsung diserap melalui saluran darah dan ditransportasikan ke hati.

Tabel 1. Proses dan Mekanisme Penyerapan Vitamin dalam Usus Halus.
Jenis Vitamin
Mekanisme Penyerapan
Vitamin A, D, E, K dan beta-karoten
Dari micelle, secara difusi pasif, digabungkan dengan kilomikron, diserap melalui saluran limfatik.
Vitamin C
Difusi pasif (lambat) atau menggunakan Na+ (cepat)


Vitamin B1 (Tiamin)
Difusi pasif (apabila jumlahnya dalam lumen usus sedikit), dengan bantuan Na+ (bila jumlahnya dalam lumen usus banyak).
Vitamin B2 (Riboflavin)
Difusi pasif
Niasin
Difusi pasif (menggunakan Na+)
Vitamin B6 (Piridoksin)
Difusi pasif
Folasin (Asam Folat)
Menggunakan Na+
Vitamin B12
Menggunakan bantuan faktor intrinsik (IF) dari lambung.


2.Vitamin yang larut dalam air
             Group ini terdiri dari vitamin B dan vitamin C. Kedua vitamin ini diberi nama berdasarkan label dari tabung-tabung percobaan pada saat vitamin tersebut ditemukan. Selanjutnya diketahui bahwa tabung percobaan dengan vitamin B ternyata mengandung lebih dari satu vitamin, yang kemudian diberi nama B1, B2 dst. Kedelapan vitamin B berperan penting dalam membantu enzim untuk metabolisme karbohidrat, lemak dan protein, dan dalam pembuatan DNA dan sel-sel baru.
Nama standar
Nama lain yang umum digunakan
Vitamin B1
Vitamin B2
Asam nikotinat, nicotinamida, niasinamida, vitamin B3
Piridoksin, piridoksal, piridoksamin
Folasin, asam folat, asam pteroilglutamat, vitamin B9
Kobalamin
Vitamin B5
biotin
Vitamin B8
  Thiamin (Vitamin B1)
             RDA untuk thiamin adalah 0,5 mg/1000 kkal perhari. Diperkirakan konsumsi rata-rata makanan per hari sekitar 2000 kkal/orang, jadi RDA untuk thiamin sekitar 1 mg perhari. Makanan yang seimbang akan memberikan cukup thiamin. Orang yang berpuasa atau melakukan diet harus memastikan bahwa mereka mendapat sejumlah thiamin yang sama seperti dalam 2000 kkalori makanan.
B.     Klasifikasi mineral
1.      NATIVE ELEMENTS = UNSUR-UNSUR MURNI
        Adalah unsur-unsur bebas, bukan merupakan unsur-unsur gabungan.
1. Logam/Metal, mineral-mineral yang tergolong dalam kelompok ini adalah :Cooper (Cu),Gold (Au),Silver (Ag),Platinum (Pt),Nicel-Iron (Ni-Fe),Mercury (Mg).Unsur-unsur bersifat sangat padat, lunak, dapat ditempa. Perawakannya (yang umum ditemui) berbentuk masif-dendritik; bidang belahan yang jelas jarang ditemui; merupakan penghantar listrik yang baik.
2. Semi Logam, mineral-mineral yang tergolong dalam kelompok ini adalah :Arsenic (As), Antimony (Sb), Bismuth (Bi).Merupakan penghantar listrik yang kurang baik; biasanya terdapat pada massa nodular.
3. Non Logam, mineral-mineral yang tergolong dalam kelompok ini adalah :Sulfur (S), dan Carbon (C), Diamond (C), Graphite (C)Tidak dapat menghantarkan arus listrik; berwarna transparant (jernih dan jelas) hingga transculent (tembuscahaya) dan cenderung mempunyai nidang belahan kristal yang jelas. 
    II. SULFIDES DAN SULFOSALTS
      Sulfides adalah persenyawaan kimiawi dimana unsur Sulfur (S) bergabung/bersenyawa dengan unsur-unsur logam dan semi logam.Sulfides dibagi menjadi 2 kelompok
1. Tellurides
           jika Tellurium menggantikan unsur Sulfur (S)Contohnya Sylvanite (AuAgTe)
2. Arsenides
            jika Arsenic menggantikan unsur Sulfur (S)Contohnya Nickeline (NiAs), Smaltite [(Co,Ni)Ass], Chloanthite [(Ni,Co)As2]Sifat-sifat dari sulfides, Tellurides dan Arsenides tidak tetap/dapat berubah-ubah, mempunyai kilap Logam,lunak dan padat [seperti Galena (PbS), Molybdenite (MoS2)] dan beberapa Sulfides bersifat non-logam [sepertiRealgar (AsS), Orpiment (As2S2)] dan sebagian lagi secara relatif bersifat keras [seperti Marcasite(FeS2), Cobaltite (CoAsS)].Golongan sulfides merupakan bijih-bijih yang sangat penting dari Lead, Zinc, Iron dan Copper; sulfidesterbentuk dalam lapisan-lapisan hydrothermal di bawah permukaan air/di dalam tanah sehingga dengan mudahmineral-mineral dapat dioksidasi oleh sulfates.
          Sulfosalts adalah persenyawaan kimia dimana unsur-unsur logam bersenyawa dengan unsur-unsur sulfur dansemi logam (seperti Antimony dan Arsenic). Sifat dari sulfosalts mirip dengan sulfides.Mineral-mineral yang termasuk golongan Sulfosalts, antara lain Enargite (Cu3AsS4), Pyrargyrite (Ag3SbS3),Proustite (Ag3AsS3), Polybasite (AgICr)
16Sb2S11, Bournonite (PbCuSbS3), dll. 
III.             HALIDES
          Adalah persenyawaan kimiawi dimana unsur-unsur logam bersenyawa dengan unsur-unsur Halogen (Chlorine,Bromine, Flourine dan Iodine)Umumnya ditemui dalam sejumlah Lingkungan Geologi. Beberapa diantaranya ditemui dalam sequen evaporite,seperti Halite (NaCl), hal ini merupakan alterasi dari Lapisan-lapisan batuan sedimen yang mengandungevaporite seperti Gypsum, Halite dan Batuan Potash (batuan berkalium-Karbonat) dalam sebuah sequen yangsempurna antara lapisan dengan batuan-batuan seperti Marl dan Limestone.

C.    Fungsi vitamin
a.       Vitamin A
Fungsi: Bekerja sama dengan gen untuk pertumbuhan tubuh, penting untuk kesehatan mata, kulit, dan rambut, dan membantu tubuh melawan infeksi.
Gejala kekurangan: Penglihatan berkurang, kulit kering.
Dosis harian: 750 mcg
Risiko berlebih: Kerusakan hati, tulang, dan gangguan penglihatan. Tanda kelebihan vitamin A adalah telapak tangan dan kelopak mata berwarna kuning.
Sumber makanan: Hati, wortel, produk susu, ubi merah, labu, mangga, bayam, keju cheddar, cabai.
b.      Vitamin D
Fungsi: Membantu menyerap kalsium dan fosfor untuk kesehatan tulang dan gigi.
Gejala kekurangan: Otot dan tulang lemah, serta terjadi osteomalacia.
Dosis harian: Tak perlu vitamin khusus asalkan mendapat cukup banyak paparan sinar matahari.
Sumber makanan: Ikan tuna, udang, mentega, biji bunga matahari, minyak ikan.
c.       Vitamin E
Fungsi: Sebagai antioksidan alami, membantu penyembuhan, mencegah terjadinya bekas luka, menjaga kesehatan sel darah merah dan saraf, melindungi membran sel.
Gejala kekurangan: Jarang terjadi. Umumnya adalah penyembuhan luka yang lambat.
Dosis harian: 7 mg
Risiko berlebih: Meningkatkan asam lambung, sakit kepala, cepat lelah, dan lemah otot.
Sumber makanan: Kacang tanah, minyak zaitun, kacang almond, selai kacang, minyak biji matahari.
d.      Vitamin K
Fungsi: Membantu proses pembekuan darah untuk menghentikan pendarahan.
Gejala kekurangan: Pembekuan darah tidak normal. Kekurangan vitamin ini jarang terjadi pada orang dewasa, tapi sering pada bayi yang baru lahir.
Dosis harian: 2 mcg per 1 kg berat badan
Sumber makanan: Sayuran hijau, kedelai, kol, brokoli, susu, hati, asparagus.
e.       Vitamin C
Fungsi: Memproduksi kolagen, menjaga kesehatan tulang, kulit, gigi, dan nadi, membantu penyerapan zat besi.
Gejala kekurangan: Kehilangan gairah makan, kram otot, kulit kering, rambut bercabang, gusi berdarah, anemia, infeksi, penyembuhan lambat.
f.       Dosis harian: 30 mg
Risiko berlebih: Diare, meningkatnya asam lambung. Bila kelebihan terjadi dalam waktu cukup panjang, bisa menimbulkan nyeri saat buang air kecil karena vitamin C keluar dalam bentuk kristal.
Sumber makanan: Jambu biji, cabai merah, brokoli, selada air, sayuran hijau, jeruk, kiwi.

*) Kelebihan vitamin yang sering ditemukan adalah vitamin A, D, E, dan K. Bila vitamin ini berlebih, bisa mengganggu fungsi hati. Sebab, vitamin-vitamin tersebut larut dalam lemak yang diproses di hati. Salah satu tugas hati adalah menyaring zat racun yang masuk melalui makanan.

Vitamin dan mineral pun akan disimpan di hati. Jika vitamin larut lemak itu berlebih, vitamin itu akan bertumpujk dan mengganggu fungsi hati karena bekerja terlalu berat. Sedangkan, kelebihan vitamin yang larut dalam air dapat dibuang melalui air seni.
      

D.    Fungsi mineral
     Manfaat mineral untuk tubuh sangat banyak. Berbagai jenis mineral yang ada memiliki fungsi masing-masing yang sangat penting untuk tubuh kita. Sebagian besar mineral membantu untuk menjaga metabolisme dan keseimbangan air dalam tubuh, serta menjaga kesehatan tulang.
Beberapa manfaat mineral diantaranya adalah :

       Berbagai manfaat mineral tersebut tentunya bisa Anda dapatkan dari makanan sehari-hari yang Anda makan, seperti sayuran dan buah-buahan.



Mineral snagat dibutuhkan tubuh untuk mengaktifkan ratusan reaksi enzim dalam tubuh. Oleh karena itu, mineral sama pentingnya juga dengan vitamin.Berikut adalah manfaat beberapa mineral bagi kesehatan tubuh kita ;
Kalsium
Bermanfaat untuk membangun tulang dan gigi, bertanggung jawab pada kontraksi otot, impul saraf, kerja jantung, dan pembekuan darah yang benar. 
Magnesium
Mendukung struktur tulang, hati, menjaga keseimbangan alkalin tubuh.
Sodium
Menjaga keseimbangan elektrolit, volume cairan tubuh, dan impul saraf.
Potasium
Memaksimalkan membran sel, penting untuk ritme jantung.
Zinc
Sintesis protein, transportasi karbondioksida, memengaruhi fungsi seksual, metabolisme karbohidrat, menyembuhkan luka.
Besi
Penting untuk formasi hemoglobin, transportasi oksigen.













BAB III
PENUTUP
Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa,yang telah melimpahkan rahmat-Nya karena atas perkenaan-Nya,maka makalah tentang ivvitamin dan mineral ini dapat diselesaikan dengan baik.
Semoga makalah yang telah di tulis ini dapat bermanfaat bagi semua pada umumnya dan bagi mahasiswa pjkr pada khususnya.
Apabila ada kesalahan dalam penyusunan makalah ini,penyusun mohon maaf yang sebesar-besarnya,dan segala saran dan kritikan yang membangun sangat penyusun harapkan dari pembaca demi pengembangan keterampilan menulis selanjutnya.Kiranya penyelesaian makalah ini dapat bermanfaat bagi semuanya
A.    Kesimulan
Vitamin dan mineral sangat di butuhkan oleh tubuh sehingga asupannya setiap hari harus di penuhi agar metabolisme dalam tubuh selalu terjaga dengan baik, vitamin dan mineral mempunyai peran sangat penting dalam kelangsungan hidup Kekurangan atau kelebihan vitamin dan mineral dapat menyebabkan penyakit.
Daftar pustaka


1 comment:

  1. Mantap....
    Kunjungi juga web saya www.aptacetta.wordpress.com

    ReplyDelete